c e r i t a Kuli Tinta Pabelanis

Mei 13, 2009

Berjumpa Saudara Lama

Filed under: 1 — vedadesigen @ 2:22 pm

Setelah tiga hari ku tunggu, akhirnya datang juga! Saudara lama, ya duo ratu Pabelanis Yanti & Rani.

Kota Bogor, agaknya akan menjadi perjalanan hidup mereka ke depan. Ikut mencicipi kehidupan sebagai Jurnalis, “tentu impian semua pabelanis”. Sebenarnya ngak jauh-jauh, media lokal yang akan menjadi bagian hidup dua orang saudara ini dibawah tampuk komando Alfian Mujani, salah satu dari sekian banyak alumni yang masih eksis dalam media.

Untuk media lokal yang Ia buat yakni Jurnal Bogor. Di sini lah aku menjadi salah satu awak redaksinya. Nah, setelah Jurnal Bogor dianggap agak sukses, dibukalah Jurnal Depok.

Konsep yang diusung memang agak sedikit berbeda dengan Jurnal Bogor yang rada Britis, he.. Kali ini Jurnal Depok kemungkinan diproyeksikan sebagai media yang serius.

Nah, Yanti dan Rani ini salah satu awak yang ikut menyumbangkan karyanya dalam terbitan pertama Jurnal Depok.. Bravo!!

Buat Pabelanis yang muda-muda, terus semangat….

Sebagai bocoran dalam percakapanku meyakinkan Yanti dan akhirnya mereka berdua datang adalah “Kamu itu ditakdirkan jadi jurnalis, udah tinggalin aja Bimbel kamu itu,” he…..

Desember 12, 2008

Kembali Dulu

Filed under: 1 — vedadesigen @ 10:30 pm

Rutinitas yang membuat begini. setelah sekian lama aku ningalin mengisi blog ku ini, dihari yang bahagia, dimana aku kembali tidak doyan tidur malam, alias gemar melek sampai subuh tiba. Dimana suara burung di pagi hari dan kokokan ayam, di suasana yang sama seperti di UMS, lebih tepatnya kantor redaksi Pabelan Pos.

Sekarang ini dengan secangkir kopi saat subuh tiba, sama persis seperti dulu, bedanya suhu dingin lebih parah disini, di Kota dimana ada Istananya Presiden. Kota Bogor..

Hari ini aku memutuskan untuk berbagi lagi dalam media maya yang katanya mampu meyiarkan ke seluruh antero.

Menyambung postinganku terakhir bertajuk ‘The Last Batel’ saat ini aku sudah tujuh bulan aku berada di Bogor. Namun masih dalam status yang sama, yakni sebagai wartawan. Ya, sebuah media lokal di Bogor, yang dalam usia setahun ini telah berkembang pesat hingga mencapai oplah hingga 15.000 eksemoplar per hari.

Hari ini seperti biasa, mencoba mencari kabar dari daerah yang dikenal sebagai kota hujan, kota seribu anggkot dan sebutan lain atas ketidak puasan masyarakatnya yang kian merasa tidak terurus. he,….

Oiya salam kangen buat anak Pabelan yang baru-baru….. and yang lama juga boleh..

kalo penasaran seperti apa Jurnal Bogor, klik aja di http://www.jurnalbogor.com

Suut Amdani

Februari 19, 2008

Pendadaran; ‘The last batle’

Filed under: 1 — vedadesigen @ 1:52 pm

Wah akhirnya datang juga hari ini, setelah dua tahun menunggu. Yup tepatnya hari ini, selasa 19 February 2008, selama satu jam kurang lebih mendapat pertannyaan seputar penelitian akhir yang konon menjadi tolak ukur seberapa kita bisa menerima ilmu yang kita serap, kalau di dunia persilatan.

Tidak lain tidak bukan yaitu UJIAN SKRIPSI mengerikan bukan he…

Dengan lapang dada saya harus merevisi kembali Skripsi yang saya buat selama 2 tahun lebih…

Terimaksih, setidaknya ini peluang pembuka pitu gerbang idealitas kehidupan kampus dan masuk pada ranah kehidupan yang realitas yang kabarnya indealitas telah mati disana, benarkah???

November 23, 2007

Dipagi yang cerah ini

Filed under: 1 — vedadesigen @ 11:04 am

Nampaknya para pungwa pabelan yang mengurusi Diklatsar angkatan pertama 2007 semalaman bergadang. Ada yang mempersiapkan Kokart peserta, ada yang menjilit makalah, mempersiapkan mkanan kecil sampai mencari dimana diletakkan peralan mandinya yang hilang entah kemana.
Wal hasil kesiangan sudah he…

Semetara itu, akupun terbagun di pagi ini, lebih awal dari bisanya karena kesibukan panitia di pagi yang cerah ini. Ada yang menyapu dan sekedar mengeti-ngetik HPnya dengan wajah cemas.
Diah, sebagai Penanggung jawab bersama Fika sang panitian seksi sibuk paling awal datangya sepertinya. Sempat pula menceritakan mimpinya semalam dengan posisi bersandar lesu di kursi menghadap computer redaksi.
**
Semalem tidurku tidak lelap mas, sampai kebawa mimpi persiapan diklat kali ini. Aku ngak bisa datang pagi ini dan bus untuk mengangkut peserta tak kunjung datang juga. Dalam mimpinya semalam, tukasnya
**
Duh parno juga ni anak pikirku sambil tersenyum melihat tingkahnya. Memang diklat kali ini adalah acara tunda yang gagal dilaksanakan dibulan lalu.

Dengan tergesa datanglah sang Ketua Pantia, kesiang juga nampaknya, dilihat dari roman mukannya yang tidak seger meskipun sudah berusaha mandi mungkin. Lukaman nama pangilan pabelanis satu ini. Karakter pekerja keras dimiliknya dikombinasi dengan cengengnya ketika sakit gigi, merintih minta dicarikan es batu untuk mengurangi rasa sakit katanya. wakaka…

Akhirnya wajah-wajah perseta satu-persatu muncul, ada yang sok akrab, ada pula yang saking pemalunya terdiam saja didepan pintu sehingga lupa mengucapkan salam saking bingungnya kale.

Waduh PU nampaknya udah mandi setelah dibangunkan embahnya (dani). Pertanyaan seperti biasanya untuk pagi ini “punya rokok lek?”

Sewaktu kemudian bus kampus yang ditunggu-tungu datang juga, serempak mengangkat barang-barang di tata dan presensi sudah siap ditangan Diyah sambil memangil-mangil nama satu persatu peserta.

Sedetik kemudian ku hampiri wajah imut yang dari pagi sibuk wira-wiri, tidak lain dan tidak bukan adalan si seksi sibuk Fika, yang memiliki nama panjang yang terlalu sukar untuk diingat,

kok belum berangkat? Sapaku
ngak tau mbak Diyah tuh, cemberutnya
mas pak supir dibeliin apa lagi ya, udah fika kasih aqua tadi, dengan wajah polosnya
beliin rokok dek. Rokonya apa mas sahutnya. Tanya saja sama supirnya sukanya apa timpalku. Dengan semangtnya yang sudah membara membrisut kedalam bus lalu keluar dengan waah bingung kembali.
Sak-sake jare mas, piye? Kasih djisamsoe aja dek, saranku.

Akhirnya serombongan calon pabelanis muda itu berlalu dihadapanku.

Mas kok gak ikut, Tanya salah satu peserta yang dari pagi menggodaku yang baru bangun dan tau belum mandi kali ya..

Nanti dek aku nyusul, senyumku
Pasti begitu kalau panitian datenya nyusul ya, lalunya

23 Nov 2007, Griya mahasiswa
S.am

November 21, 2007

Ngobrol Sore Bareng Kang Agus Muso

Filed under: 1 — vedadesigen @ 12:26 pm
Tags:

Kantor redaksi, 21 Nov 07

Wah akhirnya diskusi lagi, kegiatan ngobrol sore rutin tiap minggu 3 kali ini (kayak minum racun ya ..wakaka..) bagi pabelanis sama juga bercanda di sore hari, sambil nunggu waktu mandi he.. Sebelum acara dimulai kang Muso datang dengan kantong plastik berisi buku setelah dijemput oleh Topik (mantan PU 2006). Muso, sosok yang satu ini menjadi panutan bagi pabelanis muda, segera membuka pembicaraan.

**
Menjelang berakhirnya tahun 2007 ini otomatis suhu Pilpres akan mulai memanas. hal tersebut ditengarai dengan adanya aksi-aksi para calon presiden usungan parpol, semisal Megawati dengan Safari Politiknya di Jawa. Sedangkan SBY idak mau kalah dengan Jusuf K. sambang bertajuk silaturahim dengan rakyat Sulawesi.

Muso juga menyinggung tentang kesiapan parakandidat calon tiap Parpol sebagai kuda-kuda awal.Sebagian diataranya kelihatan sudah, PDIP mengusung Mega, sedangkan Golkar malahan belom yakin sama Jusuf.

Ada kegelisahan mendalam ketika melihat dari kandidat calon yang bakalan tampil dipanggung pilpres mendatang. Pasalnnya masih saja didominasi oleh Politisi Tua.

Perkembangan demokrasi Indonesia masih jalan ditempat, artinya demokrasi hanya berjalan saat pemilihan saja, rakyat memilih langsung sudah benar demokrasi itu, selanjutnya apa, jalan ditempat …

**

Setelah itu, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, danu memoderatori anggapan dari peserta (halah kayak diklat aja peserta) diskusi.

Dua penannya ini adalah kamal PU sekarang dan Taufik (eks PU) mendominasi diskusi dengan pertanyaan yang membuat saya berbangga hati (udah bisa pada mikir akhinya mereka.. Piss). Dapat diringkas demikian; Bagaimana peluang calon iddependen supaya generasi muda bisa nongkrong di pemerintahan, (yahh pertanyaan setandar lah..he..).

Taufik, “bagaimana nantinya calon-calon presiden melihat pasar, (pasar apaan jadi bingun), begini jadi pasar bisa jualan ayam, lhooo… serius! ya kebijakan tentang ekonomi begitu..

Akhirnya Sparing partner yang handal mulai mulai ikut angkat bicara (ni gwa sendiri tau) dengan mengusung tema 1997an orasinya si Renrda (sastrawan) gila juga ni anak masak politik di gandengkan PUISI?! bentarr bos jadi begini ada judul puisi yang bagus beserta orasinya yaitu Megatruh Kambuh (weh,, puisi lagi)..

Akhirnya, selamat Ultah buat ciko, sayang grujukan banyunya gagalllng ….! makan2nya mana!

Blog di WordPress.com.